PENGEMBANGAN KEPEMIMPINAN APARATUR PERHUBUNGAN*

*Ditulis Oleh : Yanuar Wijayanto, MT

johncmaxwell383606

Di era milenium yang berubah dengan cepat seperti dewasa ini, Kementerian Perhubungan dituntut untuk senantiasa mengembangkan kapasitas organisasinya. Untuk itu dibutuhkan sebuah kepemimpinan adaptif yang peka terhadap perubahan lingkungan strategis baik lokal, regional maupun global. Stoner, Freeman, dan Gilbert (1995) mendefinisikan kepemimpinan sebagai the process of directing and influencing the task related activities of group members. Dengan demikian kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhi para anggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Di dalam proses mengarahkan dan mempengaruhi tersebut dibutuhkan 2 hal penting yang harus dimiliki yaitu karakter dan kompetensi yang baik. Karakter kepemimpinan yang baik akan mendorong peningkatan kompetensi kepemimpinan dan kompetensi kepemimpinan yang baik akan menguatkan karakter kepemimpinan yang ada. Untuk memiliki karakter dan kompetensi kepemimpinan yang baik dibutuhkan proses melalui pendidikan dan pelatihan yang tidak bisa instan dan memerlukan proses yang terus-menerus.

Sebagai contoh Adolf Hitler memiliki kompetensi kepemimpinan yang baik. Ia pandai mengarahkan dan mempengaruhi rakyat Jerman pada waktu itu tetapi ia tidak memiliki karakter kepemimpinan yang baik sehingga dampaknya adalah kekuatan rakyat Jerman yang dipimpin oleh Hitler menjadi kekuatan yang negatif dan destruktif disebabkan oleh kompetensi minus karakter. Di sisi yang lain Habibie memiliki karakter kepemimpinan yang baik. Ia seorang pemimpin yang jujur dan pro demokrasi dengan membuka kebebasan pers dan politik di Indonesia kembali. Namun Habibie kurang memiliki kompetensi kepemimpinan politis yang baik. Ia kurang pandai mempengaruhi bawahannya, kurang cerdik merangkul berbagai kelompok kepentingan yang ada pada saat itu sehingga kepemimpinan Habibie hanya bertahan selama 1 tahun 5 bulan. Dengan demikian seorang pemimpin yang baik harus memiliki karakter dan kompetensi kepemimpinan yang baik pula.

Hal penting lainnya yang harus dimiliki seorang calon pemimpin atau pemimpin adalah kepemimpinan organisasional, operasional dan personil. Ketiga hal ini disebut sebagai 3 dimensi kepemimpinan yang baik menurut pakar Manajemen Anthony Bell (2006) yang dijelaskan sebagai berikut :
  1. Kepemimpinan Organisasional

Adalah kepemimpinan yang bertanggungjawab pada kefektifan dan kebermanfaatan organisasi. Fokus dari kepemimpinan ini adalah berhubungan dengan kegiatan yang bersentuhan dengan Pemangku kepentingan yang berada di luar dari organisasi (External Stakeholders). Kepemimpinan ini ibarat seorang nakhoda sebuah kapal laut yang berada di depan mengumpulkan dan menganalisis informasi dan data yang terjadi di lingkungan eksternal organisasi.

  1. Kepemimpinan Operasional

Adalah kepemimpinan yang bertanggungjawab pada keefisienan dan ketanggapan kegiatan operasional organisasi. . Fokus dari kepemimpinan ini adalah berhubungan dengan kegiatan yang bersentuhan dengan Pemangku kepentingan yang berada di dalam dari organisasi (Internal Stakeholders). Kepemimpinan ini ibarat seorang teknisi atau koki yang menjamin kelancaran dan kefisienan teknis operasional dari sebuah organisasi.

  1. Kepemimpinan Personil

Adalah kepemimpinan yang bertanggungjawab pada produktivitas pegawai yang bekerja di dalam organisasi. Fokus dari kepemimpinan ini adalah bagaimana memberdayakan dan memanfaatkan potensi sumberdaya yang ada di dalam sebuah organisasi serta bagaimana mendorong para pegawai dari yang terendah hingga yang tertinggi untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya masing-masing.

Dalam konteks pengembangan kepemimpinan Aparatur Perhubungan, Pusat Pengembangan SDM Aparatur Perhubungan memegang peranan yang strategis melalui pendidikan dan pelatihan kepemimpinan tingkat, IV, III, dan II yang penyelenggaraannya bekerjasama dengan LAN RI. Melalui pendidikan dan pelatihan kepemimpinan diharapkan akan lahir calon pemimpin-pemimpin Aparatur Perhubungan yang memiliki karakter kepemimpinan yang baik, kompetensi kepemimpinan yang baik, kepemimpinan organisasional, operasional dan personil yang baik.

Referensi :

Stoner, Freeman, dan Gilbert. 1995 . Management. Indiana : Prentice Hall

Bell, Anthony. 2006. Great Leadership : What it is and what it takes in a complex world. California : Davies Black Publishing

About Development Analyst

The Learner

Posted on 11 Februari 2015, in PEMBANGUNAN PENDIDIKAN. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin, M.Si

Just another WordPress.com weblog

Marco Kusumawijaya

on cities and citizens; forsaken ideas that I believe in

CIPPS - Center of Indonesian Public Policy Studies

Center of Indonesian Public Policy Studies

Development Studies Foundation

Interaction-Ecoinnovation-Sustainability

%d blogger menyukai ini: