Peranan Strategis Pusbang SDM Aparatur Perhubungan Di Dalam Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015*

 

Gambar

*Oleh : Yanuar Wijayanto, MT

Peranan transportasi dalam pembangunan Indonesia sangatlah penting dalam memperlancar roda perekonomian, memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa serta berpengaruh terhadap aspek kehidupan bangsa. Transportasi merupakan unsur yang penting dan berfungsi sebagai urat nadi kehidupan dan perkembangan ekonomi, sosial, politik dan mobilitas penduduk yang tumbuh bersamaan dan mendukung perkembangan yang terjadi dalam berbagai bidang dan sektor. Jelang pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang,   pengembangan SDM Perhubungan  tampaknya menjadi pekerjaan besar yang perlu dijadikan prioritas kita bersama di dalam mendukung kesiapan menghadapi MEA 2015. Sebab SDM perhubungan sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara Indonesia memegang peranan yang sentral sebagai pelaksana kebijakan dan pelayanan publik di sektor Transportasi[1].

Namun sayangnya sampai saat ini kualitas layanan transportasi di Indonesia masih belum memuaskan dimana di internal Kementerian Perhubungan masih ada kesenjangan kompetensi bidang yang dimiliki oleh aparatur di kementerian tersebut. berdasarkan data BPSDM Kementerian Perhubungan saja, diketahui dari 34 ribu aparatur di Kementerian Perhubungan, hanya 19, 8 persennya saja yang berlatar belakang sarjana. Dari sisi dinas perhubungan, permasalahan yang sama juga terjadi. Dari 29.000 pegawai yang ada saat ini, hanya sekitar 14. 582 atau 50,28 persen pegawai saja yang kompeten.[2] Dalam menghadapi pemberlakuan MEA 2015 tidak ada pilihan lain selain kita perlu bersatupadu dalam terus meningkatkan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur transportasi secara nasional,  guna meningkatkan daya saing kita mengingat  masih tingginya biaya logistik nasional yang mencapai 27%  dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Berbagai tantangan  tersebut di atas akan dapat dieliminasi dengan melakukan langkah terobosan  dalam  terus mengupayakan  keberlanjutan percepatan peningkatan infrastruktur transportasi, untuk membangun konektivitas domestik (domestic connectivity) baik konektivitas lokal (local connectivity) maupun konektivitas nasional (national connectivity) dan konektivitas global (global connectivity).Perbaikan infrastruktur transportasi laut akan memainkan peran dalam memenangkan persaingan ekonomi di era pemberlakuan MEA 2015, mengingat hasil  survei United Nations Conference On Trade dan Development (UNTACD), yang menempatkan kontribusi strategis moda transportasi laut dalam perdagangan dunia yang mencapai 77%,  sedangkan moda transportasi udara sebesar 0,3%, transportasi darat sebesar 16%, perpipaan 6,7%[3].

Oleh karena itu dalam konteks pengembangan SDM Aparatur Perhubungan, Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur Perhubungan yang mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan manajemen untuk sumber daya manusia aparatur perhubungan[4] memegang peranan yang strategis untuk menyiapkan SDM Aparatur Perhubungan yang prima, profesional dan beretika. Melalui pendidikan dan pelatihan manajemen berbasis kompetensi yang baik akan dihasilkan SDM Aparatur Perhubungan Darat, Kereta api, Laut, dan Udara yang kompeten yang akan berperan sebagai pelaksana kebijakan pembangunan infrastruktur transportasi Darat, Kereta api, Laut, dan Udara   dan pelayan transportasi publik. Jika SDM transportasinya berkualitas maka pelayanan transportasi publik nya pun akan berkualitas, pelayanan transportasi publik yang berkualitas akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sehingga Indonesia mampu bersaing secara kompetitif di dalam kancah percaturan Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Untuk itu, Pusbang SDM Aparatur Perhubungan harus di dukung oleh segenap Stakeholders terkait dalam rangka mewujudkan SDM Aparatur Perhubungan yang prima, profesional dan beretika.

 

[1] UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara pasal 1, 10

[2] Kepala BPSDMP Santoso Edi Wibowo.Kualitas SDM Transportasi Buruk. http://industri.kontan.co.id/news/kualitas-sdm-transportasi-buruk.Diakses 7 Mei 2014

[3]http://unctad.org/en/pages/Statistics.aspx. Diakses 7 Mei 2014

[4] KM Nomor 60 Tahun 2010 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Perhubungan Pasal 813

About Development Analyst

The Learner

Posted on 8 Mei 2014, in PEMBANGUNAN DEMOKRASI. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. 🙂 good pak .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Prof. Dr. Hj. Syamsiah Badruddin, M.Si

Just another WordPress.com weblog

Marco Kusumawijaya

on cities and citizens; forsaken ideas that I believe in

CIPPS - Center of Indonesian Public Policy Studies

Center of Indonesian Public Policy Studies

Development Studies Foundation

Interaction-Ecoinnovation-Sustainability

%d blogger menyukai ini: